Lombok – the jewel behind waves

Lombok island, whole world become amaze to it. Lombok island with its fully white sandy beaches surround this island, makes Lombok become the most wonders and jewel behind waves beyond Bali. Best offer for you guys :

Hotel at 3 three stars rated hotel

Puri Saron Hotel *3 Superior Room Rp     425,000
Deluxe Room Rp     475,000
Bungalow Rp     680,000
Suite Room Rp     780,000
Extra Bed Rp     185,000
Puri Bunga*3 Standard Rp     280,000
Deluxe Rp     325,000
Suite Rp     450,000
Extra Bed Rp      145,000
Bukit Senggigi ROH Single Rp     300,000

ROH Double Rp     300,000
Extra Bed Rp     135,000
Graha Beach Hotel Std. Garden View Rp     375,000
Superior Sea View Rp     480,000
Superior Garden Rp     475,000
Deluxe Rp     580,000
Extra Bed Rp     160,000

[Job Applications and CV] Balinese Talented Personel

**TO WHOM IT MAY CONCERN**

Dear Beloved Hospitality Partners & Friends,

Happy prosperous seasons !

Herewith kindly please have a glance look at our brothers, young, dynamic, eager to join your dream team-work as soon as possible below ? Might you need to exceed your goals more often this fantastic year ahead. You may please don’t hesitate to call them directly to their shown mobile phone. Thank you very much for your kindest attention. God Bless !
any complaints regarding this posting ? Kindly please apologize for the inconvenience caused ? Thank you.

Sincerely yours,
SASTRAwan igp.
Director

PT. Ultraviolet tours Bali
Desa Jadi, Kec. Kediri
Perum. Andhika Graha
Tabanan – Bali
0361-7410200

perjalanan ini..

27 tahun sudah sastra mengembara dalam kehidupan ini, boleh dibilang fana, namun lebih bijaknya sastra sebut indah. dalam 27 tahun setelah terlahir dari rahim Ibu saya tercinta, 18 tahun lebih, saya habiskan untuk jalan-jalan di Sawah.

Iya, hanya jalan-jalan di Sawah, Tegalan areal Tabanan – Bali. Kampung halaman sastra tepatnya di Desa Penganggahan, sangat asri dengan terasering sawah nya nan indah. Setiap hari mengantar Ayah Ibu memacul disawah, menuai bibit dan menanamnya.
Suatu hari hujan sangat deras datang, yang mengakibatkan tanah sawah terasering kami yang mungil itu…longsor.

Mengecillah lahan sawah kami, kian hari sastra semakin merasa sedih dan duka. Namun, sastra remaja, tidak mau menyerah begitu saja. Memulai belajar tentang kepariwisataan, training disemua usaha bidang jasa wisatawan, dan akhirnya memandu wisata hingga detik surat ini tertulis.

Setiap hari, berkeliling Bali bahkan Jawa memandu wisatawan lokal maupun asing dari berbagai belahan dunia, kecuali orang ‘eskimo’..heheee

Begitu indah pematang sawah,
begitu riuh gemercik air persawahan yang tertata apik dengan sistem aliran irigasi air SUBAK BALI-nya.
hari demi hari, semakin banyak bangunan disisi jalan persawahan tersebut, hingga kini, sudah semakin sulit terlihat dari sisi jalan.

Hingga akhirnya seringkali, sastra permisi kepada pemilik hotel,restaurant dan pemilik rumah untuk melewati kediaman mereka hanya untuk mengantar tamu melihat pemandangan dari dalam kediaman pribadi mereka tadi.

agak sungkan, terpaksa !
yah, bagaimana lagi..
Namun ada beberapa penduduk Bali dan atau pengusaha,yang masih sangat menjaga aliran air irigasi SUBAK BALI tersebut.
Dengan membiarkannya mengalir melewati jalur-jalur rumah/kediaman mereka ..sampai jauh..

Bali sangat ditopang perekonomiannya oleh pertanian (yang menghasilkan pemandangan nan indah), oleh sebab itu, wisatawan dapat melepas dahaga ditengah ke-KUNO-an itu.

Adakah tindakan yang lebih arif lagi dalam tetap menjaga AJEG-nya budaya SUBAK BALI kita? irigasi Air yang tertata sempurna, hingga dapat membagikan air secara ADIL MERATA kepada kita,

‘tanpa kita sadari..’

Salam SUBAK !

muda-mudi Subak Bali

"suka tanpawali duka"
message to board: sastrabali@hotmail.com

“Om Swastiastu”

Ada rasa tanggung jawab sosial kami rasakan, sesaat menjelang senja setelah lelah menapaki kaki pegunungan di areal Desa Petang, Kabupaten Badung. Bersebelahan dengan Desa Payangan, Kabupaten Gianyar, kami jelajahi jalanan penuh makna, setapak dengan sesekali tergelincir, licin. “Kemarin sempat hujan deras disini”, kata Bli Wayan, instruktur arung jeram (rafting) kami, dengan penuh suka cita kami sedikit berlarian turun bukit menuju sungai Ayung yang terkenal deras itu. “Raft/Rakit nya bisa terguling nga ya?, takut niihhh..” begitu sahutan seorang sahabat kami.

“HOOOREEEe….” teriakan itu tiba-tiba mengagetkan kami, oh, ternyata kami sudah dekat dibawah, dengan sungai Ayung. Suara gemuruh…bbbyyuuuurrr…aliran sungai Ayung terdengar begitu indah menyejukkan. Sekilas lupa dengan penat bekerja dan bekarya mengejar setoran dan dikejar hutang…hhahahaaaahhaa…

“bbyuurrrrr…hahah..hhaaa.” teman-teman semua menceburkan dirinya “dingin bangetssszz euy..ayoooo” kata salah satu temen cewek. “iya-iya” aku menyahut sambil asyik merekam mereka dengan kamera pocket mini yang selalu kubawa. “jeprat..jepreett..” ku photo mereka. Ada air terjun yang begitu indah nya, seperti mandi shower, namun yang ini di alam bebas, teriak sepuasnya sampai ‘ngeheekk’ bebas, bebas..beeee..bassss…

Air itu begitu sejuk, dingin, menenangkan, kami berdiskusi, akankah air ini akan tetap begini? “ayo..ayo silahkan naik” pangil Bli Wayan, Instruktur rafting kami. “let’s goo…” sahut teman-teman gembira riang. Kami ber-dua belas (12) orang, dengan 6 raft (perahu karet) yang sudah terstandar keselamatan internasional. Bli Wayan segera memberi penjelasan tentang bagaimana cara kita mendayung serta kode-kodenya. “Dayung…” katanya, artinya kita mendayung untuk maju. Memburu ‘jumping’ (air terjun agak curam kebawah)…”wwAAAAAAoaooowwwwww…” teriak teman-teman muda-mudi Subak Bali semua, “byuuurrrr….” raftnya pun tercebur dan terpental lagi…satu per satu…semua bersorak “HORAARYYYYyy..” gembira riang. Teman-teman hepi banget..

“eh ada monyet cari minum” teriak seorang gadis, “iya eh lucu nya” sambut pemuda lagi. Kami melihat pemandangan bagai goa dalam mendayung raft perahu karet tersebut, ada air terjun kecil, lucu-lucu, indah banget. Ada pematang sawah nan hijau, ada air terjun besar banget, kami bermain-main sebentar, photo-photo, shooting, dan ada yang hampir keseret arus…hiihiii…tapi enjoy..

tiduran di air, renang-renang dikit, mengapung, aahhhggg…

teman-teman lain mesti coba neh..

terbesit kegundahan di hati kami, akankah air Pulau Bali kami ini tetap begini?

Salurkan dukungan Anda dengan komentar dan alamat email, hp, yang bisa dihubungi. Organisasi muda-mudi Subak Bali dengan senang hati menyalurkan bantuan teman-teman kepada generasi penerus kelangsungan hidup Air, Alam dan Lingkungan Bali melalui program-program : seminar air ke sekolah-sekolah, kampus, juga memberikan himbauan melalui spanduk, aksi sosial, beasiswa keseluruh Pulau Bali secara bertahap dan kesinambungan.

Pimp your lighting up!

I awoke early in the morning of Paradise island – Bali. Around 5 am, direct walk to the beach of Jimbaran. Nearby my boarding house. I stay here for about almost one year already. Just following my heartbeat. Where it wanna go and what’s going to do, just ask your heart..sure got the right thing.

Met with mature lady named Ms.Aniek, seems i knew her, and yap, i know her ! She’s the one of my uncle friend but haven’t got married yet. Do you wanna know her closer? hahahaa… She’s pretty on her age, she told me just simple treatment at Nu Life Bali nearby, along the By Pass Street of Kelan village, Jimbaran, south coast of Ngurah Rai International Airport Bali. We talk about one (1) hour last, until the sun rise goes heat and burn those dust with windy mood of the Jimbaran beach. She also could do me a interior lighting moments for sure. She is an artist of lamp specialist. She got a warehouse nearby Seminyak beach. We talk and start jogging to the north of Jimbaran bay beach. Yes i knew her quite well, she also have Bali Lamp and lighting interior design of Balinese show room at Ubud, along Jalan Raya Andong, heading to famous rice terrace of Ubud on Tegalalang Village.

+62.81.5580.93548 Ms.Aniek
Bali Lamp Design

Yes it looks colourful and let’s pimp your lighting up ! I was asking about her face, on her mature age, still looks so young, more than 10 years look younger and she told me that i should go to see Nu Life Bali and ask the Anti Aging consultant over there. “There’s a doctor as well which would more than happy to cater all your problems regarding skin stress and rejuvenating” she said. She gave me the flyer invitation as follow picture:

Anti Aging treatment program

and …we both feel so thirsty, saying good bye each other about 9 o’clock in the morning. Today i got a feeling that tonight is gonna a be a GOOD night 😉

see You guys in Bali island, The Island of the Gods

cheers,

Sastra (Mr.)